Roti Maryam aka Canai alias Pratha atau Martabak Surban



Assalam'ualaikum

Saya lagi demen nulis blog malam-malam nib, karena di waktu-waktu inilah saya punya free time. Walaupun waktunya nggak panjang, tapi alhamdulillah bisa memanfaatkannya sebaik mungkin.

Ada yang tahu nggak apa itu martabak surban? Atau roti maryam? Atau roti canai? Roti pratha deh kalau masih belum tahu juga? Hehehe.

Roti berbentuk bundar pipih ini memiliki banyak nama. Roti ini konon katanya berasal dari India berdasarkan namanya roti canai yang diambil dari nama sebuah kota di India, yaitu Chenai. Di Indonesia sendiri roti ini lebih dikenal dengan sebutan roti maryam. Di Malaysia dan Singapura, lebih familier dengan sebutan roti canai dan prata. Dan di kota saya, Samarinda, orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan martabak surban.

Kenapa martabak surban? Mungkin karena adonannya yang nggak jauh beda dengan adonan martabak asin, dan pembentukan rotinya yang dilingkarkan seperti surban 😆.


Meskipun katanya roti maryam ini berasal dari India, tapi yang pertama kali memperkenalkan roti maryam di Indonesia adalah orang Arab, sehingga di Indonesia sendiri roti ini lebih identik dikenal sebagai roti Arab.

Roti ini memiliki cita rasa yang unik menurut saya. Perpaduan antara datar namun gurih dari lemak mentega, sehingga membuat roti ini sedap dinikmati dengan apa saja. 

Saya pribadi bersama suami dan anak-anak sangat suka menikmati roti maryam dengan ayam/daging karih. Namun, untuk sebagian orang ada yang lebih suka menikmatinya dengan siraman madu, atau taburan gula pasir, susu kental manis, ceres, keju, atau selai.

Kebetulan siang tadi cuaca di kota saya sedang mendung diiringi gerimis tipis yang malu-malu mengetuk genteng. Kalau cuaca begini bawaannya jadi lapar mulu. Berhubung paginya saya nggak ke pasar, dan pasokan makanan di kulkas sedang menipis, mau tak mau saya membuka freezer dan mengambil satu pack roti maryam beku.

Kok ada roti maryam beku di freezer? Iya, itu stok bakulan. Kebetulan saya jualan roti maryam, hehehe.

Tadinya bingung nyari pendamping yang pas untuk roti maryam, karena seperti yang saya bilang di awal tadi, saya dan keluarga lebih suka menikmati roti maryam dengan ayam/daging karih. Tapi karena nggak ada persediaan ayam, dan yang ada hanya susu kental manis dan keju, itu pun jadi. Dan rasanya lumayan enak. Perpaduan antara manisnya susu, asinnya keju, dan gurih dari roti maryam ternyata mampu menggoyang lidah tanpa rasa berat seperti ketika menikmatinya dengan kuah karih. 

Daripada saya bikin ngiler para pembaca, mungkin ada baiknya kalau saya share resep roti maryamnya juga, ya. Oh iya, kebetulan ini resep andalan saya lho. Jadi, ini rahasia ya 😉.


Roti Maryam

1 kg tepung terigu cakra
8 sdm susu bubuk full cream
1/2 sdm garam
200 gr margarin (lelehkan)
450 ml air hangat
2 butir telur utuh
2 kuning telur
200 gram mentega/margarin/minyak samin untuk olesan
Minyak secukupnya untuk merendam

Cara Membuat

Campur air dan margarin yang sudah dilelehkan, tambahkan telur dan garam. Aduk rata.

Tuang campuran tepung dan susu. Uleni dengan tangan hingga permukaannya licin dan kalis.

Bagi adonan masing-masing 40-50 gram, bulatkan. 

Setelah semua adonan sudah dibulatkan, masukkan ke dalam baskom yang berisi minyak dan rendam minimal satu jam. Ini berfungsi agar adonan menjadi elastis dan mudah ditarik memanjang.

Setelah satu jam, ambil satu adonan dan letakan di tempat datar, kemudian pipihkan dan tipiskan.

Beri olesan permukaannya dengan margarin/mentega/minyak samin. Kemudian gulung perlahan. Lakukan sampai bulatan habis dan diamkan lagi sekitar setengah jam.

Setelah setengah jam, ambil satu adonan yang sudah digulung memanjang tadi. Tarik perlahan kedua sisinya hingga membentuk adonan yang panjang.

Bulatkan kedua sisinya membentuk lingkaran (seperti obat nyamuk bakar) berlainan arah sehingga membentuk huruf S. Lalu, tumpuk dan tekan. Lakukan sampai semua gulungan habis.

Panaskan teflon dan panggang adonan roti maryam satu per satu hingga matang.

Note: 
Jika ingin di simpan, maka panggang adonan setengah matang saja, kemudian simpan roti maryam setengah matang ke dalam wadah kedap udara atau kemas dengan plastik khusus makanan dan simpan di freezer. Jika dikemas dengan benar, rori maryam akan tahan hingga 6 bulan di dalam freezer.

Saat memanggang tidak perlu mengolesi teflon dengan mentega, karena adonan roti maryam akan mengeluarkan minyak sendiri saat dipanggang.

Lihat deh seratnya yang berlapis-lapis. Bagian ini yang bikin saya demen banget makan roti maryam.



Comments

Popular posts from this blog

Cinnamon Roll Tanpa Telur

Macaroni Schotel