Roti Sobek Tanpa Ulen dan Anti Gagal
Assalam'ualaikum
Hari ini seperti biasa saya akan bagi-begi resep gratis yang saya dapat dari berbagai sumber. Tentunya resep-resep yang saya bagikan ini sudah dicoba terlebih dahulu di dapur saya, ya. Kalau resepnya berhasil dan rasanya oke, baru deh saya share... kalau nggak ya ditahan dulu sampai nemu resep yang paling greget di hati.
Di balik setiap olahan yang saya buat, selalu ada kisah yang menarik untuk diceritakan.
Berawal dari postingan saya di medsos soal adonan roti yang baru selesai saya ulen sampai gempor, tiba-tiba seorang teman yang pandai membuat cupcake "so cute to eat" komen kalau dia punya resep roti tanpa ulen yang nggak bakal bikin capek tangan. Tentu saya tertarik dong denger begitu, tapi ternyata resep itu baru bisa saya dapat jika saya ikutan kursus online membuat roti sama chef siapaaa gitu... saya lupa namanya.
Sebenarnya saya tertarik untuk ikut, tapi mengingat pengalaman yang sudah-sudah soal kursus online, akhirnya saya putuskan untuk tidak ikut saja. Bukannya apa sih, saya tipe orang yang kalau belajar harus face to face, nggak bisa cuma sekadar bertatap melalui layar smartphone. Biasanya yang begini bakal nggak jadi apa-apa.
Karena penasaran dengan resep tersebut, iseng-iseng saya cari di google. Wow, ternyata ada banyak sekali resep roti tanpa ulen, dan seperti biasa saya akan menyeleksinya satu per satu berdasarkan bahan-bahan dan tehnik yang digunakan.
Sebenarnya kalau mau flashback ke belakang, dulu juga saya pernah membuat roti tanpa ulen. Jujur sih, rotinya jadi aja, tapi saya kurang suka dengan teksturnya, dan jika sudah dingin rotinya juga jadi keras.
Sebenarnya kalau mau flashback ke belakang, dulu juga saya pernah membuat roti tanpa ulen. Jujur sih, rotinya jadi aja, tapi saya kurang suka dengan teksturnya, dan jika sudah dingin rotinya juga jadi keras.
Saya berhenti pada salah satu blog dan fokus saya terpusat pada penjelasannya yang mengatakan, bahwa untuk menghasilkan serat yang cantik pada roti tanpa ulen, adonan harus diinapkan/di-proofing semalaman.
Kening saya melukis kerut dong. Masa iya adonan harus diinapkan semalaman? Apa nggak basi? Hahaha... mikir apa ya saya?
Merasa kurang puas, akhirnya saya keluar dari Chrome dan entah apa yang menyeret saya untuk menyambangi Youtube, dan mencari resep di sana (sebenarnya sih terilhami sama seorang teman yang doyan nyari resep di Youtube).
Saya menemukan video membuat roti tanpa ulen dari channel The Hasan Studio. Saya tonton videonya hingga tuntas, dan saya tergugah. Saya putuskan untuk menyimpan video tersebut.
Esoknya saat menghadiri acara pengajian, saya cerita sama teman tentang resep yang saya dapat di Youtube. Kebetulan teman saya ini juga suka membuat camilan-camilan, khususnya kue dan roti. Pikir saya mungkin dia akan tertarik. Namun di luar dugaan ketika saya memperlihatkan video tersebut kepadanya, ternyata dia sudah lama tahu soal channel The Hasan Studio, bahkan beberapa resep dari chanel tersebut sudah menjadi favoritnya.
Mendengar teman saya yang begitu menggebu-gebu menceritakan pengalaman keberhasilannya membuat roti menggunakan resep dari chanel The Hasan Studio, saya pun semakin yakin dan berhasrat untuk segera mencobanya. Finally, today is the day.
Roti Sobek Tanpa Ulen
Resep: The Hasan Studio (Youtube Channel)
Rebake: Mega Ayu Rullysha
Bahan A
2 sdm gula pasir (jika ingin manis gulanya bisa ditambah ya)
2 sdt teh ragi instan
250 ml air hangat/susu UHT hangat
Bahan B
500 gram terigu protein tinggi
1 btr telur
Bahan C
1/2 sdt garam
Cara membuat:
1. Campur semua bahan A, dan diamkan sekitar 10-15 menit hingga berbusa yang menandakan bahwa ragi masih aktif.
2. Tuang bahan B ke dalam mangkuk berisi bahan A, dan aduk hingga tercampur rata menggunakan sendok kayu.
3. Jika sudah tercampur rata, masukkan bahan C dan aduk lagi hingga rata/ tidak ada adonan yang menempel di dinding baskom.
4. Tutupi baskom berisi adonan dengan plastic warp atau aluminium foil, dan masukkan ke dalam kulkas. Biarkan hingga esok pagi.
5. Setelah semalaman, keluarkan adonan dari dalam kulkas. Adonan akan mengembang 2x lipat dari ukuran semula, jadi kempeskan kembali adonan, dan uleni lagi lagi sebentar. Setelah itu, tutup lagi adonan dengan plastic warp, dan diamkan lagi di suhu ruang sekitar 1 jam.
6. Setelah 1 jam, kempeskan kembali adonan, dan bentuk sesuai keinginan.
7. Letakkan ke dalam loyang yang sudah dioles margarin tipis, dan diamkan lagi sekitar 1 jam hingga adonan roti kembali mengembang.
8. Masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven yang sudah dipanaskan 10 menit sebelumnya. Oh ya, sebelumnya semprotkan dulu air biasa atau susu UHT ke adonan roti ya, ini bertujuan agar adonan tetap kokoh dan tidak kempes saat keluar dari oven.
9. Panggang dengan suhu 160 derajat celcius selama 20 menit.
10. Jika sudah matang, keluarkan dari oven dan langsung oles dengan margarin agar tampilannya menjadi mengkilap.
Memang sih butuh waktu yang lama untuk membuat roti ini, bahkan melalui 3x proofing, tapi hasilnya sebanding dengan usahanya. Karenanya, dianjurkan sekali membuat adonan roti ini di malam hari, jadi nggak terasa lamanya.



Comments
Post a Comment