Resep Lapis Surabaya

Assalam'ualikum

Beberapa waktu lalu saya membuat cake lapis surabaya. Sebenarnya malas sekali membuat cake ini karena harus menggunakan banyak sekali kuning telur, dan menurut saya ini cake yang paling boros telur sama seperti lapis legit.

Bagi saya, membuat lapis surabaya itu gampang-gampang susah. Apalagi kalau peralatan yang digunakan kurang memadai. Salah satu yang mengganggu ialah mikser saya. Entah pengaruh umur atau apa, tapi butuh waktu setengah jam lebih untuk saya mengocok kuning telur hingga benar-benar mengembang. Padahal sudah pakai speed paling tinggi. Sepertinya memang harus beli yang baru.

Tahun lalu saya pernah membuat cake lapis surabaya juga. Pesanan orang sih, dan itu untuj pertama kalinya saya membuat lapis surabaya. 

Pada percobaan pertama itu saya menggunakan resep mbak Endang dari JTT, dan mengikuti persis tekhnik beliau sehingga mendapatkan teksture cake yang pori-porinya benar-benar halus dan empuk seperti bantal bulu angsa. Sayangnya saya nggak tahu gimana rasanya, karena nggak nyicipin, kan pesanan orang. Setelah percobaan pertama itu saya nggak pernah mencoba lagi.

Tapi, berhubung anak pertama saya ngidam lapis surabaya dari kapan hari (udah lupa saking lamanya), akhirnya saya harus bikin lagi.

Teknik dari mbak Endang mengharuskan butter dan margarin dikocok menggunakan mikser, dan saya kurang suka dengan tehnik ini karena rentan bantat jika kocokan nutter dijadikan satu dengan kocokan telur. Tangan saya belum terbiasa melakukan tehnik ini, dan pada percobaan pertama itu alhamdulillah sih nggak bantat, tapi saya merasa hasil cakenya kurang tinggi. 

Akhirnya saya searching di youtube cara membuat lapsur dan menemukan akun Pak Yongki Gunawan. Saya langsung tertarik untuk mencoba tehnik beliau yang terbilang sangat umum. Tak jauh berbeda seperti membuat bolu biasa, hanya saja mentega yang sudah dilelehkan, dituang lebih dulu ke dalam kocokan kuning telur, barulah setelah itu dimasukkan tepungnya. Tanpa berlama-lama simak saja resepnya, ya. Oh ya, untuk resep saya menggunakan resep dari IG Tintin Reyner. 

Album pribadi


Lapis Surabaya
Resep: Tintin Reyner
Rebake: Al-Azmi's Kitchen

Bahan A:

30 butir kuning telur
300 gram gula pasir

Bahan B: 

100 gram terigu protein rendah
10 gram maizena
20 gram susu bubuk full cream

Bahan C:

300 gram butter (saya 150 gram blue band + 150 gram butter)
Secukupnya pasta vanila
1 sdm susu kental manis

Tambahan:

Coklat bubuk dan pasta coklat untuk cake coklatnya
Selai strawberry untuk filling

Cara Membuat:

Campur jadi satu bahan C, dan lelehkan di atas api kecil. Sisihkan

Campur jadi satu bahan B, aduk rata kemudian ayak

Mikser bahan A sampai putih, kental dan mengembang. Tuang bahan C secara bertahap (saya 3 tahap) sambil di aduk balik. Jika sudah rata masukkan bahan B, dan aduk balik lagi hingga rata.

Tuang adonan ke dalam 3 buah loyang uk. 22 cm yang sudah dialas kertas roti dan dioles mentega. Jangan lupa yang sepertiga adonan diberi coklat bubuk dan pasta coklat dulu ya sebelum dituang ke loyang.

Panggang ke dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya dengan suhu 180 derajat celcius hingga matang.

Setelah matang, keluarkan cake dari oven dan dinginkan sebentar. Setelah dingin, keluarkan satu buah cake berwarna kuning, oles selai strawberry permukaannya, kemudian tumpuk dengan cake berwarna cokelat. Oles selai lagi, lalu tumpuk lagi dengan cake berwarna kuning. 

Cake ini langsung disantap tak lama setelah matang, dan saya merasa rasanya kurang greget, macam bolu biasa. Selain itu teksturnya juga agak kasar dan keras di bagian tepi cake. Manggangnya kelamaan. Tapi setelah didiamkan semalaman dan disantap di esok paginya, entah kenapa cake ini tiba-tiba menjadi lembut dan enak sekali. Tapi untuk tekstur saya masih kurang puas, karena masih agak berpori, nggak sama seperti pada percobaan pertama yang mengikuti tehnik mbak Endang. Maklum, saya ngocok kuning telurnya nggak sampai kental banget, habisnya capek ya megang mikser sampai setengah jam lebih gitu. Tapi alhamdulillah cake ini tetap jadi, dan enak.

Comments

Popular posts from this blog

Cinnamon Roll Tanpa Telur

Roti Maryam aka Canai alias Pratha atau Martabak Surban

Macaroni Schotel